Piala Dunia 2026 · Grup B · Pekan 1
Qatar 1-1 Swiss: Poin Pertama dalam Sejarah
Didominasi dari awal hingga akhir namun tak mampu mengakhiri pertandingan, Swiss kebobolan gol penyama kedudukan pada menit 90+4. Sebuah poin bersejarah bagi anak-anak asuh Julen Lopetegui.
Harus menunggu hingga menit 90+4, tetapi Qatar akhirnya meraih poin pertama mereka di Piala Dunia. Pada laga pembuka mereka di Piala Dunia 2026, anak-anak asuh Julen Lopetegui berhasil merebut hasil imbang 1-1 melawan Swiss berkat gol di masa tambahan waktu, di penghujung pertandingan yang sebenarnya banyak mereka jalani dalam tekanan.
Dominasi Swiss dihukum pada saat terburuk
Skenarionya benar-benar bagaikan mimpi buruk bagi tim Swiss. Swiss menguasai jalannya pertandingan sejak sangat dini, membuka keunggulan pada menit ke-17 ketika Breel Embolo menuntaskan penalti dengan tenang, setelah pelanggaran kiper Mahmoud Abunada terhadap Remo Freuler.
Dominasi Swiss kemudian tercermin dalam statistik yang telak tanpa pernah terwujud di papan skor. Murat Yakin dan anak-anak asuhnya menguasai babak pertama, dengan Dan Ndoye beberapa kali tampil mengancam sebelum gol Embolo, sementara Michel Aebischer melihat tembakannya disapu di garis gawang tepat sebelum jeda. Namun Qatar justru memperoleh peluang pertama pertandingan ketika Edmilson Junior berada sendirian setelah Manuel Akanji terpeleset pada menit kedua, tetapi sang pemain sayap menempatkan tembakannya terlalu dekat dengan Gregor Kobel.
Babak kedua berjalan lebih tumpul, tetapi Swiss berkali-kali menciptakan peluang untuk mengakhiri pertandingan: 26 percobaan secara keseluruhan, dengan expected goals 3,24 berbanding hanya 0,76 untuk anak-anak asuh Lopetegui. Sebuah ketimpangan yang menggambarkan betapa berbaginya poin ini layaknya perampokan oleh Qatar.
Lalu datanglah pembebasan itu. Dari umpan silang Homam Ahmed, pemain pengganti Swiss Miro Muheim, di bawah tekanan Boualem Khoukhi, membelokkan bola ke gawangnya sendiri di depan Gregor Kobel. Secara resmi, gol itu dicatat sebagai gol bunuh diri Muheim, meski banyak pasang mata tertuju pada Khoukhi, yang berduel dalam aksi tersebut.
VAR jadi pusat kontroversi
Jika pertandingan ini akan dikenang, itu juga karena sebuah kontroversi teknologi besar. FIFA mengonfirmasi bahwa sebuah gangguan teknis telah menghalangi penggunaan normal grafik 3D yang terkait dengan teknologi offside semi-otomatis pada keputusan yang mendahului penalti untuk Swiss.
Penalti yang dituntaskan Embolo, diberikan atas pelanggaran terhadap Freuler, terjadi setelah sebuah aksi di mana posisi para pemain memicu banyak perdebatan. Siaran televisi tidak menampilkan grafik 3D seperti biasanya, yang memupuk frustrasi para suporter dan komentator.
Pernyataan resmi FIFA menjelaskan bahwa masalah tersebut telah cepat teratasi dan bahwa proses VAR mengikuti prosedur verifikasi normal. Namun penjelasan itu tidak meyakinkan semua orang. Saat jeda, Gary Neville mengkritik FIFA di ITV, sementara Ian Wright menilai situasi tersebut memalukan.
Kiper yang bersalah, lalu menentukan
Ironi nasib, pemain terbaik pertandingan bukanlah pencetak gol Swiss maupun pilar serangan, melainkan kiper Qatar. Meski membuat pelanggaran dini yang berbuah penalti, Mahmoud Abunada menjaga Qatar tetap hidup berkat penyelamatan-penyelamatannya di depan Vargas dan Ndoye. Saat peluit panjang dibunyikan, ia ambruk di atas rumput lapangan sebelum bergabung dengan rekan-rekan setimnya untuk merayakan hasil bersejarah ini.
Jika kalian tidak memanfaatkan peluang di depan gawang, peluang itu pada akhirnya akan kembali menampar wajah kalian.
Murat Yakin · Pelatih Swiss
Grup B yang benar-benar terbuka kembali
Berbaginya poin ini mengocok ulang seluruh kartu. Keempat tim Grup B kini sama-sama mengoleksi satu poin, setelah Kanada dan Bosnia-Herz. juga bermain imbang. Swiss akan menghadapi Bosnia-Herzegovina pada hari Kamis, sementara tuan rumah bersama Kanada akan menanti Qatar di hari yang sama.
Bagi tim Swiss, hasil imbang ini terasa pahit. Sebaliknya bagi Qatar, satu poin ini akan terukir sebagai lembaran pertama sejarah.

Belum ada komentar — mulai diskusi!
Masuk untuk bereaksi dan berkomentar.